Do’a dan Hikmah Pernikahan

Gambar

Do’a dan Hikmah Pernikahan

“Semoga Allah SWT menghimpun yang terserak dari keduanya memberkati mereka berdua,

meningkatkan kualitas keturunannya sebagai pembuka pintu rakhmat, sumber ilmu

dan hikmah serta pemberi rasa aman bagi umat.”

(Doa Nabi Muhammad SAW, pada pernikahan putrinya Fatimah Az Zahra dengan Ali bin Abi Thalib)

Filosofi dari Sebuah “Ikatan Pernikahan”

UNTUK SUAMI

(Sebuah Syair Renungan Singkat Bagi Laki-laki)

Pernikahan atau perkawinan, Menyingkap tabir rahasia …

Isteri yang kamu nikahi,

Tidaklah semulia Khadijah,

Tidaklah setaqwa Aisyah,

Pun tidak setabah Fatimah …

Justru Isteri hanyalah wanita akhir zaman,

Yang punya cita-cita, Menjadi solehah…

Pernikahan ataupun perkawinan,

Mengajar kita kewajiban bersama …

Isteri menjadi tanah, Kamu langit penaungnya,

Isteri ladang tanaman, Kamu pemagarnya,

Isteri kiasan ternakan, Kamu gembalanya,

Isteri adalah murid, Kamu mursyid (pembimbing)-nya,

Isteri bagaikan anak kecil, Kamu tempat bermanjanya …

Saat Isteri menjadi madu, Kamu teguklah sepuasnya,

Seketika Isteri menjadi racun, Kamulah penawar bisanya,

Seandainya Isteri tulang yang bengkok, ber-hati²lah meluruskannya …

Pernikahan ataupun perkawinan,

Menginsafkan kita perlunya iman dan taqwa …

Untuk belajar meniti sabar dan ridho,

Karena memiliki Isteri yang tak sehebat mana,

Justru kamu akan tersentak dari alpa,

Kamu bukanlah Muhammad Rasulullah atau Isa As,

Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamaullahhuwajah,

Cuma suami akhir zaman, yang berusaha menjadi soleh … Amiiin

UNTUK ISTRI

(Sebuah Syair Renungan Singkat Bagi Wanita)

Pernikahan ataupun perkawinan,

Membuka tabir rahasia,

Suami yang menikahi kamu,

Tidaklah semulia Muhammad, Tidaklah setaqwa Ibrahim,

Pun tidak setabah Isa atau Ayub,

Atau pun segagah Musa, apalagi setampan Yusuf

Justru suamimu hanyalah pria akhir zaman,

Yang punya cita-cita, Membangun keturunan yang soleh …

Pernikahan ataupun Perkawinan,

Mengajar kita kewajiban bersama,

Suami menjadi pelindung, Kamu penghuninya,

Suami adalah Nakoda kapal, Kamu navigatornya,

Suami bagaikan balita yang nakal, Kamulah penuntun kenakalannya,

Saat Suami menjadi Raja, Kamu nikmati anggur singasananya,

Seketika Suami menjadi bisa, Kamulah penawar obatnya,

Seandainya Suami masinis yang lancang, sabarlah memperingatkannya

Pernikahan ataupun Perkawinan,

Mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa,

Untuk belajar meniti sabar dan ridho,

Karena memiliki suami yang tak segagah mana,

Justru Kamu akan tersentak dari alpa,

Kamu bukanlah Khadijah, yang begitu sempurna di dalam menjaga

Pun bukanlah Hajar ataupun Mariam, yang begitu setia dalam sengsara

Cuma wanita akhir zaman, yang berusaha menjadi solehah … Amiiin

Barokallahu laka wa baroka alaika

Wa jama’a bainakuma fii khaiir

Berkah dari Allah senantiasa hadir

Barokallahu laka wa baroka alaika

Wa jama’a bainakuma fii khaiir

Selamat menempuh hidup baru

Saling sabar dan bermaafan

Bersahaja serta pengertian

Qur’an dan sunnah menjadi pedoman

Moga bahagia hingga ke syurga

Barokallahu laka wa baroka alaika

Wa jama’a bainakuma fii khaiir

Berkah dari Allah senantiasa hadir

Barokallahu laka wa baroka alaika

Wa jama’a bainakuma fii khaiir

Selamat menempuh hidup baru

بارك الله لك وبارك عليك وجمع بينكما فى خير

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s